Pihak RS Pelabuhan Akui Ada Kesalahan, Anggota DPRD Jawa Barat Nilai Tidak Manusiawi

0
60

Kota Cirebon, koran1.id – Managemen RS Pelabuhan Cirebon Akui adanya kesalahan Prosedur yang dilakukan oleh pegawainya saat melakukan penahanan STNK Sepeda Motor keluarga pasien karena masih adanya tunggakan yang masih belum terbayarkan Sebesar kurang lebih 3 Juta Rupiah

Humas RS Pelabuhan Yeni Rahmawati mengatakan, secara SOP (Standar operasional) pihaknya memang tidak pernah menerapkan hal demikian. Dirinya juga mengakui adanya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pegawai.

“Kita akui ada kesalahan yang dilakukan oleh pegawai kami, mungkin mereka masih kurang pemahaman dalam penerapan SOP itu” Kata Yeni saat ditemui diruang kerjanya di RS Pelabuhan Jalan Sisingamangaraja Lemahwungkuk Kota Cirebon, Rabu (18/3).

Yeni juga menjelaskan, bahwa persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan bersama pihak keluarga dan pihak Rumah Sakit tanpa harus melibatkan pihak luar apalagi wartawan.

“Harusnya pihak keluarga datang ke kami (RS) jangan malah melibatkan pihak lain. Apalagi ini langsung hubungi wartawan” ujar Yeni.

Saat disinggung apakah ada sangsi kepada pegawai yang telah lalai mejalankan Prosedur ini, Yeni tidak bisa menjawab. Dirinya mengaku tidak bisa memutuskan hal itu, pasalnya Rumah Sakit milik BUMN ini mempunyai Managemen yang diatur oleh Pusat.

Terpisah, Dewa orang tua Radja Rahayu Putra mengaku sudah tidak sanggup lagi untuk membayar biaya Rumah Sakit, maka dirinya meminta kebijakan kepada pihak Rumah Sakit agar bisa dibebaskan dari semua tunggakan.

“Memang tadi ada orang Rumah Sakit yang telepon ke saya dan pihak Rumah Sakit katanya ada potongan sebesar 700 Ribu Rupiah. Tapi kan saya sudah tidak punya uang lagi, uang dari mana ini aja masih dalam kondisi berduka” tuturnya.

Hal ini juga ditanggapi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Sri Budiharjo Herman. Pria yang akrab disapa SBH ini menilai harusnya ada kebijakan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit apalagi ini menyangkut nyawa manusia.

“Ini sungguh sangat tidak manusiawi, disaat orang terkena musibah malah ada penekanan dari Rumah Sakit apalagi harus ada jaminan segala macam” ungkap SBH. (moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here