PCNU, Banser, Pemuda Muhammadiyah Datangi Polres Ciko Tanyakan Perkembangan Kasus Penghapusan Kata Khilafah

0
6

Koran1.id, Kota Cirebon.- Setelah sebelumnya sejumlah organisasi wartawan Cirebon mempertanyakan kinerja dan juga keterbukaan informasi penanganan kasus yang ditangani oleh Polres Cirebon Kota, kini giliran Organisasi masa Islam Kota Cirebon dalam hal ini PCNU Kota Cirebon mempertanyakan juga penanganan kasus atas pelaporannya.

PCNU didampingi oleh Banser dan juga Pemuda Muhammadiyah mendatangi Mapolresta Cirebon untuk mempertanyakan sejauh mana progres penanganan kasus pencoretan kata Khilafah yang dilakukan oleh Pimpinan DPRD Kota Cirebon sebagaimana yang telah dilaporkan oleh pihaknya beberapa Bulan yang lalu.

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ide Bagus Arif Setiawan atau yang biasa dipanggil Ibas mengaku kecewa karena lambannya penanganan kasus yang dilaporkannya laporan. Pasalnya, Ideologi Khilafah merupakan salah satu ideologi yang berbahaya bagi Bangsa Indonesia.

“Hari ini (Kamis) kami sengaja mendatanga Polres Ciko untuk bertanya terkait tindak lanjut dari kasus yang telah kami laporkan. Progresnya sejauh mana dan sampai dimana, itu patut kita pertanyakan,” ujar Ibas saat ditemui disalah satu kedai kopi dibilangan Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Kamis (24/9).

Ibas menjelaskan, kedatangan dirinya ditemui oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota AKP I Putu Asti. Namun pihaknya tidakn mendapatkan apa-apa terkait perkembangan kasus ini.

“Tadi kamu ditemui oleh Kasat Reskrim, tapi ya begitu jawabannya kurang memuaskan. Katanya dia masih baru disini, jadi masih belum paham soal perkara ini. Tapi beliau mengatakan Reskrim sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait” kata Ibas.

Masih dikatakan Ibas, Satreskrim juga berencana akan melaksanakan gelar pekara kasus tersebut. Akan tetapi, gelar perkara ini akan dilakukan di Polda Jawa Barat.

“Katanya sih akan dilakukan gelar perkara, tapi tidak disini (Polres Ciko), gelarnya dilakukan di Polda Jabar. Itu juga belum tahu kapan akan dilaksanaka,” tutur Ibas.

Ia menegaskan, PCNU Kota Cirebon akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Dikatakanya, hal ini menyangkut Ideologi Negara serta demi keamanan negara, maka, kasus pencoretan kata Khilafah tidak bisa dianggap sepele atau hanya menganggap sebagai kasus biasa.

“Kami menekankan kepada Polres Ciko agar secepatnya mengeluarakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), itu kan menjadi hak kami sebagai pelapor untuk mengetahui sejauh mana Polisi melakukan penanganan perkara ini,” tegas Ibas.

Sementara ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP I Putu Asti tidak mau memberikan keterangan kepada media terkait perkara ini. Dirinya langsung pergi meninggalkan tempat saat awak media mendatanginya dan bertanya. (moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here