Jadi Proyek Percontohan Pertukaran Seni dan Budaya Indonesia-Korea, SMPN 1 Kota Cirebon Dapat Ilmu dan Pengalaman Baru

0
6

Koran1.id, Kota Cirebon.- Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pendidikan, saat ini menggelar kerjasama Program Pertukaran Pendidikan Seni & Budaya Korea-Indonesia. Dalam program ini, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan KACES (Korea Arts and Culture Service) yang dalam hal ini dikerjakan oleh Arcolabs-Center of Art Comunity.

Untuk kerjasama kali ini, Dinas Pendidikan Kota Cirebon menunjuk SMP Negeri 1 untuk menjadi proyek percontohan pertukaran Pendidikan Seni dan Budaya Indonesia-Korea. Program ini, merupakan bagian dari proyek Official Development Assistance (ODA) yang diinisiasi oleh KACES berkolaborasi dengan PT Ki Kunci Komunikasi, ARCOLABS, dan Pemerintah Kota Cirebon.

Proyek ini telah berjalan dari bulan Mei dan berlanjut hingga September 2020, tahun ini merupakan tahun pertama dari upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah kota, seniman dan Sekolah di Cirebon. Proyek ODA adalah program pertukaran internasional rutin yang dilakukan oleh KACES, dengan tujuan
revitalisasi pendidikan seni dan budaya di negara-negara mitra.

Menurut Kepala Tim Hubungan
Internasional KACES, Serin Kim Hong. Dirinya percaya, seni dan budaya sangatlah penting untuk
keseluruhan kualitas hidup masyarakat, seni dan budaya juga bisa menjadi aset berharga dari sebuah bangsa. Karena itu pendidikan seni dan budaya harus selalu inovatif supaya relevan dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas di hari ini. Ia juga menambahkan bahwa pilihan Cirebon, Indonesia sebagai tuan
rumah proyek ini disebabkan oleh kekayaan budaya kota tersebut.

“Akan sangat menarik melihat
kemungkinan konten pendidikan seni dan budaya yang bisa dikembangkan dari kota yang sangat multikultural dan memilki akar tradisi yang kuat,” ujarnya.

Dalam proyek ini ARCOLABS berfungsi sebagai mitra yang mengorganisir dan mengeksekusi proyek ini. Sehubungan dengan
pandemi Covid-19, rencana awal untuk melakukan program pertukaran ini secara fisik harus dipindahkan menjadi program online. Meski demikian, Direktur ARCOLABS Jeong Ok Jeon melihat ini sebagai tantangan
untuk metode kolaborasi baru.

“Ini adalah pertama kali kami bekerja dengan orang-orang dan mitra baru yang hanya kami temui melalui layer virtual. Tetapi kami pun belajar bahwa dalam keterbatasan, ternyata
program ini bisa tetap berjalan lancar dan efektif,” ujar Jeon.

Sejak Juli hingga September, ada empat kegiatan yang melibatkan berbagai peserta. Diantaranya, Lokakarya Seniman Pengajar, lokakarya Seniman Lokal, lokakarya dan Pelatihan Untuk Guru dan Siswa, serta Presentasi Akhir.

Kegiatan ini, melibatkan sedikitnya 100 siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Cirebon. Untuk kegiatan Bulan September ini, akan berlangsung dari mulai tanggal 7-11 September mendatang.

Rencananya, pada kegiatan akhir yang berupa Presentasi Akhir yang akan dilaksanakan 25 – 26 September 2020 akan menjadi kegiatan penutupan proyek Made in Cirebon. Presentasi Akhir berupa pameran kecil yang menampilkan hasil belajar siswa dan presentasi dari para seniman yang terlibat akan disiarkan secara online dan dibuka oleh sambutan Wali Kota
Cirebon, Nasrudin Azis melalui rekaman di Youtube ARCOLABS dan IGTV @arcolabs.id.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Cirebon, Lilik Agus Darmawan berharap, sesi pelatihan di sekolah dapat menginspirasi guru untuk mengembangkan metode pengajaran dan pembelajaran yang inovatif.

“Tujuan pendidikan adalah menumbuhkan pola pikir kreatif, artinya kita tidak bisa terus-menerus menggunakan metode belajar yang sama. Lokakarya semacam ini adalah awal dari pengembangan selanjutnya untuk
membuat modul pengajaran yang terintegrasi, menggabungkan seni, budaya, sejarah, sains berikut
dengan isu-isu keseharian yang kita hadapi,” kata Lilik.

Lilik menambahkan, dirinya merasa bangga atss ditunjuknya SMPN 1 oleh Dinas Pendidikan Kota Cirebon menjadi Sekolah percontohan program pertukaran seni dan budaya.

“Sebenarnya kegiatan ini adalah program kerjasama Indonesia – Korea, dan kami Alhamdulillah ditunjuk sebagai percontohannya, selain itu kegiatan ini mengambil tema Made In Cirebon,” ujar Lilik.

Masih dikatakan Lilik, kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi SMPN 1 Kota Cirebon disela-sela pendemi covid-19 yang sedang berlangsung.

“Ini merupakan pengalaman yang berarti bagi anak-anak kami, ditengah pendemi covid-19 masih dapat berkarya, baik itu dari segi seni dan budaya,” tutur Lilik. (moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here