Hasil Klarifikasi Mualaf Center, Ormas Islam dan As-sunnah Menegaskan, YM Telah Melakukan Perbuatan Penistaan Agama

0
9

Koran1.id, Kota Cirebon.- Beberapa Ormas Islam dan Mualaf Center Indonesia berkumpul di Kompleks As-sunah tepatnya di Masjid Al-Jumhur Jalan Wanagati Karyamulya Kesambi Kota Cirebon. Berkumpulnya Ormas islam tersebut, Rabu (14/5) dalam rangka mendengarkan Klarifikasi (tabayuun) oleh pihak As-sunah terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh YM, seorang pegawai ASN Kementrin Agama Kota Surabaya.

Dari pertemuan ormas Islam tersebut diketahui bahwa YM seorang mualaf yang dulu pernah menjadi pegawai di Kantor Kemenag Kota Cirebon telah melakukan adu domba antar ormas Islam lainnya. YM dinyatakan telah memanfaatkan As-sunah untuk mengucapkan Syahadat kembali setelah Desember 2019 yang lalu dirinya di Baptis disalah satu Gereja .

Sekertaris Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto yang darang didampingi Reza salah satu tokoh pemuda Cirebon mengatakan, pihaknya disarankan oleh ahmad heryawan Mantan Gubernur Jawa Barat dan prof Adang Jumhur serta ulama-ulama untuk mengundang tokoh tokoh ormas islam. Hal ini bertujuan untuk memperjelas persoalan yang sebenarnya.

“Kami sengaja datang kesini (As-sunah) untuk mendengar penjelasan dari As-sunah terkait dengan YM yang katanya di Islamkan kembali disini,” ujarnya.

Terkait persoalan kesalah pahaman antara Mualaf Center Indonesia dengan As-sunah, Hanny mengatakan semua sudah jelas dan gamblang, sehingga pihaknya bisa menyimpulkan bahwa YM telah melakukan penistaan agama, dan diduga melakukan adu domba antara ormas islam lainnya.

“YM telah memanfaatkan As-sunnah dengan alasan mau disyahadatkan oleh As-sunnah, Waktu saya tidak diijinkan masuk oleh pihak As-sunnah untuk menemui YM ,Dia manfaatkan As-sunnah ,Dia mengadu domba kami dengan As-sunnah”.

Sementara itu pihak As-sunah yang dalam hal ini diwakili oleh Diding Sobaruddin mengatakan, semua sudah disampaikan semua dalam tabayuun ini, pihaknya baru sadar bahwa kedatangan YM ke As-sunah adalah upaya adu domba.

”Alhamdulillah sudah terang semunya, kita sebelumnya sudah komunikasi dengan Hanny dan hari ini kami sengaja bertemu untuk menegaskan semua itu bahwasannya ada kondisi yang menyebabkan kita diadu domba antar sesama muslim, sodara YM yang kemaren murtad dari agama islam ke agamanya semula” katanya.

Diding menambahkan, awalnya As-sunah hanya bersimpati kepada keluarga YM, dirinya menjaga agar keluarganya (anak dan istri) tidak dibawa kepada agama barunya. Berdasarkan hukum islam hubungam Suami-Istri pun menjadi batal, untuk itu pihaknya memberikan penyadaran. Setelah mendengarkan cerita YM, ternyata YM di Syahadatkan kembali.

“Saat YM datang ke As-sunnah kita menasehati dia selama 50 menit, kemudian dia minta baca syahadat, adapun kemudian kabar disana-sini bahwa As-sunnah telah mensyahadatkan dan melindungi YM itu tidak benar,” ungkapnya.

Ditegaskan oleh Diding, Yayasan As-sunah tidak ada hubungannya dengan YM yang telah melakukan penistaan agama, Ia juga mengatakan bahwa YM telah mempermainkan agama.

“Jadi YM ini mengadu domba As-sunnah dengan kelompok lain, mengadu domba saya dengan koh Hanny, dan juga sebetulnya mengadu domba agamanya yang baru, perilaku ini tidak terpuji, maka kalau misalkan hal itu terjadi saya menyerahkan kepada ormas islam dan mualaf center, silahkan diproses secara hukum,” tandasnya.

YM yang katanya sebagai Ustadz dan bekerja di Kantor Kemenag Kota Cirebon kemudain pindah ke Kantor Kemenag Surabaya dinyatakan telah menistakan Agama, penistaan tersebut dibuktikan dari pernyataannya saat di Baptis pada Desember 2019 yang lalu. Dalam pembaptisan tersebut keluar pernyataan dari YM bahwa dirinya selama 11 Tahun telah Murtad dan tersesat.

Sontak kalimat tersebut memicu amarah dari Mualaf Center Indonesia, sehingga hari Senin (11/5) kemarin, Mualaf Center Indonesia melaporkan YM ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan Penistaan Agama dan juga ancaman pembununuhan.

Disaat yang sama, Raden Reza selaku Tokoh Muda Cirebon  yang ikut mendapmpingi Hanny Kristianto mengungkapkan kekhawatirannya dengan permaslahan ini. Pasalnya, YM yang dulunya dianggap sebagai ulama dan tokoh agama bisa berpotensi memecah belah dan mengadu domba sehingga menimbulkan kekisruhan di Kota Cirebon.

“Saya sengaja ikut hadir disini mendampingi Koh Hanny, untuk mengetahui persis persoalaan sebenarnya, saya selaku umat Islam dan warga Kota Cirebon pastinya resah dengan adanya persoalaan ini,” kata Reza.

Reza juga berharap, kedepan tidak ada lagi persoalan yang seperti demikian, ini jelas sebuah perbuatan yang tercela dengan mempermainkan Agama, apalagi hanya untuk kebutuhan Materi dan Nafsu birahi semata. Dirinya juga meminta agar persoalan ini diusut tuntas sehingga tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut.(moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here