GNPK RI Jabar Telusuri Dugaan Sejumlah Pejabat dan Mantan Pejabat Pemkot Banjar Patroman Dalam Pengaturan Kegiatan Proyek

0
75

Jawa Barat – Atas dasar pengaduan masyarakat kepada Pimpinan Wilayah GNPK RI Provinsi Jawa Barat, terendus dugaan sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemkot Banjar Patroman, terlibat melakukan persekongkolan dalam pelaksanaan kegiatan proyek dibeberapa Satuan Kerja .

‘Setelah kami lakukan penelusuran atas dugaan persekongkolan tsb, dan berdasarkan fakta yang ada, ternyata mulai dari tahun anggaran 2016 sd saat ini, ditemui adanya 2 ( dua ) sampai 3 ( tiga ) CV yang selalu menjadi pemenang lelang dipelaksanaan kegiatan proyek Kota Banjar Patroman” ujar Ketua GNPK RI Jawa Barat Ns Hadiwinata saat dihubungi koran1.id via Telepon seluler, Rabu (27/2/19).

GNPK RI Jawa Barat mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat Penegak Hukum, baik itu KPK, Kepolisian dan Kejaksaan serta Ombudsman, sesuai porsi kewenangannya masing masing.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Kota Banjar Patroman, terutama para pegiat aktifis pro antikorupsi yang sangat peduli dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi agar Kota Banjar terhindar dari Bahaya Korupsi” ucapnya.

  1. Selain Birokrat dan Mantan Birokrat yg diduga terlibat, GNPK RI juga mengendus adanya tindakan Nepotisme, karena diduga kuat ada beberapa CV yang dimiliki oleh seorang pelaku usaha yang punya hubungan keluarga dengan salah satu Pejabat Pemkot Banjar Patroman.

GNPK RI Jabar mengungkapkan, telah menurunkan Timsus Tipikor dan tim tersebut sudah  hampir 1 (satu) bulan ini berada dilapangan untuk melakukan investigasi terkait persoalan tersebut.

“Kajian awal sdh kami ajukan kepada salah satu penegak hukum dan saat ini sedang berproses, tinggal kajian berikutnya kami ajukan kepada Penegak Hukum lainnya, Insya Allah awal minggu pertama bulan Maret depan, akan ada tindak lanjut dari Penegak Hukum lainnya” ungkapnya.

GNPK RI meminta kepada Aparat penegak hukum untuk menindak Siapapun itu yg terlibat nantinya, dan juga akan mengawal persoalan tersebut sampai kepada Penetapan Hukumnya, terutama dugaan dugaan penyimpangan yg sdh terjadi beberapa tahun kebelakang .

“Kami ingatkan, sebaiknya jangan ada lagi pejabat yg berprilaku koruptif karena merasa ada baking dibelakangnya, didunia ini tdk ada yang sakti untuk berhadapan dengan Penegak Hukum, karena dokumen dan fakta yang ada akan membuktikannya pejabat berprilaku koruptif, bersiap saja berhadapan dgn Penegak Hukum” tegasnya. (Moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here