Fitrah Malik Apresiasi Pemkot Cirebon Tentang Penerbitan SK Penambahan RS Rujukan Covid-19

0
23

Koran1.id, Kota Cirebon.- Walikota Cirebon Nashrudin Azis telah menandatangani SK Penunjukan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Covid-19. Hal tersebut dimaksudkan guna mengantisipasi lonjakan penyebaran virus covid-19 kepada masyarakat Kota Cirebon.

SK Walikota dengan Nomor : 440/ Kep. 202 – DINKES/2020 ini diklaim akan mampu membantu pihak Rumah Sakit dalam penanggulangan covid-19, serta Rumah Sakit juga bisa fokus menangani pasien yang terindikisi ataupun terpapar covid-19.

Atas hal ini, Fitah Malik selaku Anggota Komisi 3 mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Kota Cirebon yang sudah merespon dan segera merealisasikan tambahan Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

“Pastinya saya merasa bersyukur dengan telah diterbitkannya SK Walikota tentang penunjukan RS Rujukan untuk penanggulangan Covid-19,” ujar Fitra saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya, Jum’at (1/5).

Masih dikatakan Fitra, SK Penunjukan RS Rujukan Covid-19 ini dirasa sangat membantu masyarakat. Pasalnya, pihaknya sering kali mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengeluhkan tentang dibebaninya masyarakat terkait biaya screening covid-19 ataupun untuk melakukan Rapid test di RS Swasta secara tunai.

“Tidak sedikit masyarakat yang marah-marah di RS karena dikenakan biaya Rapid test secara tunai oleh pihak Rumah Sakit, padahalkan mereka memiliki Kartu BPJS,” ungkap Fitra.

Tak ayal, hal demikian membuat masyarakat berbohong menceritakan riwayat perjalanan pasien dan keluarganya. Karena jika mereka berkata jujur, Rumah Sakit akan di Screening/Rapid Test dan akan dikenakan biaya secara tunai oleh Rumah Sakit.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, dengan diterbitkannya SK Walikota Tentang Penunjukan RS Rujukan Penanggulangan Covid-19 Di Kota Cirebon, ini bisa membantu semua pihak. Rumah Sakit pun tidak akan ragu lagi menangani pasien yang terindikasi gejala covid-19 karena sudah ada penjaminan atau penanggungan biaya dari Pemerintah Daerah. Sehingga masyarakat pun merasa tenang, karena tidak harus membayar biaya screening / rapid test.

“Kami berharap semua Rumah Sakit yang sudah di SK kan agar melaksanakan yang sudah ditetapkan dan menjadi keputusan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, jangan ada lagi pembiayaan screening/rapid test bagi masyarakat yang hendak berobat dikarenakan ada gejala covid-19 atau riwayat perjalanan dari luar kota,” tandas Fitra. (moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here