ACT Kembali Bantu Pesantren yang Kesulitan Air Dengan Bangun Sumur Bor

0
21

Koran1.id, Cirebon.- Kesulitan mendapatkan sumber air masih dirasakan warga di beberapa daerah di kabupaten Cirebon, salah satunya para Santri di Pesantren Tahfidz Quran, Yayasan Ummu Sholihah Cirebon (YUSCI) yang berada di Desa Beber, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Sumber air terdekat dari Rumah Tahfidz ini hanyalah Sungai kecil yang berada cukup jauh dari Pondok yang turut dimanfaatkan pula oleh warga sekitar yang juga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Para Santri hanya mengandalkan ketersediaan air dari resapan hujan atau terpaksa harus membeli sehingga penggunaan air sangat dibatasi baik untuk berwudhu maupun untuk keperluan MCK.
Peduli dengan kondisi tersebut, Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap Cirebon melakukan pembangunan Sumur Wakaf berupa sumur bor dengan kedalaman hingga 100 meter untuk Pesantren YUSCI.

“Alhamdulillah proses pengeboran lancar, tapi belum ketemu sumber yang bagus. Di daerah sini memanng rata-rata lebih dari 30 meter untuk mendapatkan sumber yang bagus” Kata Maman, relawan pelaksana yang sudah memulai pengeboran sejak Selasa (12/05) saat ditemui di lokasi pengeboran.

Tidak jauh berbeda, hal serupa dirasakan oleh santri di Pesantren Al Ittihad, yang berada di desa Sampih Pamijen Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon, pesantren yang memiliki lebih dari 200 santri ini belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai karena sulitnya mendapatkan sumber air, sementara untuk pengeboran sumur membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Ogie, staf program ACT Cirebon yang ikut mendampingi proses pengeboran ini mengatakan pembangunan sumur wakaf di Cirebon sudah mencapai 19 titik, Sumur wakaf di Pesantren YUSCI adalah sumur ke 18, sementara sumur di Pesantren Al Ittihad adalah yang ke 19.

“Dua sumur wakaf yang saat ini dalam proses pembangunan adalah sumur wakaf ke 18 dan ke 19, sebelumnya ACT sudah membangun 17 sumur yang tersebar di Talun 3 sumur, Gempol 12 sumur, Gintung Tengah 1 sumur dan ada 1 sumur di desa Paoman Indramayu. Semua hasil dari patungan para dermawan.” Katanya.

Pesantren dipilih karena sumur wakaf pasti akan termanfaatkan khususnya oleh para santri sekaligus akan lebih terjaga, walau ada juga sumur wakaf yang dibangun di Musholla dan Masjid warga lanjut Ogie.

Berdasarkan pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini mulai berlangsung di sebagian wilayah Indonesia pada bulan April 2020 dengan tingkat kemarau lebih kering dari situasi normal. Pembangunan sumur wakaf oleh Global Wakaf ACT di beberapa daerah di Cirebon juga merupakan antisipasi terhadap bencana kekeringan yang hampir setiap tahun melanda Cirebon.

“Tahun kemarin wilayah Cirebon dilanda kekeringan yang sangat parah, solusi distribusi air bersih dengan menggunakan tangki air menjadi solusi emergency atau jangka pendek, mudah-mudahan sumur wakaf yang dibangun ACT bisa dimanfaatkan di masa darurat kekeringan dan menjadi solusi jangka panjang, tutup ogie. (moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here