koran1.id. Kabupaten Cirebon – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GMBI KSM Pangenan mempertanyakan Proyek Pekerjaan Pengerasan Jalan yang berada di Desa Bendungan Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon.

Ketua KSM GMBI Pangenan Satori saat ditemui dilokasi pekerjaan, Sabtu (5/10/19) mengungkapkan, pihaknya merasa ada yang janggal dari proyek tersebut, pasalnya proyek tersebut tidak dilengkapi papan proyek sehingga masyarakat tidak tahu nilai nya dan sumber anggaranya berasal dari mana.

“Didalam PP 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa itu diatur tentang harus dipasangnya papan proyek, lah ini kok ga ada papan proyeknya darimana kita bisa kontrol klo ga dipasang” ucapnya.

Masih menurut Satori, selain tidak dipasangnya papan proyek, pekerjaan tersebut banyak menimbulkan kecelakaan, dari mulai orang dewasa sampai anak-anak.

“Ini jelas kelalaian daripada pelaksana sehingga sering terjadi kecelakaan, sampai dengan hari ini (Sabtu) sudah ada 6 orang mengalami kecelakaan” ujarnya.

Oleh karena itu, GMBI akan mengirimkan Audiensi kepada Dinas PUPR Kabupaten Cirebon untuk mempertanyakan terkait pekerjaan tersebut, dirinya menduga bahwa proyek tersebut dipindah tangankan (Subkon) kepada pihak lain.

“Kami akan melakukan audiensi kepada DPUPR, saya menduga pemenang tender tidak mengerjakan sendiri, alias dipindahtl tangankan” tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Roni yang mengaku pelaksana pekerjaan menjelaskan, berhentinya pekerjaan tersebut dikarenakan ditariknya Stum (alat Berat) oleh dinas (DPUPR), sehingga mengakibatkan pihaknya kesulitan mencari Stum dari pihak lain.

“Sebenernya bukan mangkrak mas, tapi karena Stum nya ditarik oleh orang dinas ya kita kan jadi susah nyarinya (Stum) lagi. Ini aja saya paksa Dinasnya mas supaya hari ini dikirim (Stum)” tuturnya. (Moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here