Kota Cirebon – Walikota Cirebon drs. Nashrudin Azis. SH menyatakan, Kota Cirebon aman untuk dikunjungi wisatawan. Pernyataan tersebut menanggapi serangkaian kejadian di Kota Cirebon akhir-akhir ini terutama kasus pembunuhan yang menewaskan Santri Mohammad Rozien beberapa waktu yang lalu.

Dalam Konferensi Pers bersama awak media di Ruangan Adipura Balaikota Cirebon, Selasa (10/9/19) Azis mengungkapkan keprihatinanya atas kejadian tersebut, tidak lupa dirinya juga mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya M. Rozien. Azis juga memberikan apresiasi kepada aparat Kepolisian karena berhasil mengungkap kasus tersebut dengan cepat.

“Secara Pribadi dan juga Pemerintah Daerah, saya turut berbela sungkawa atas kejadian itu. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Cirebon Kota, karena dengan cepat dan sigap bisa mengungkap kasus ini” ungkap Azis.

Namun Azis juga menekankan, jika kejadian ini tidak boleh terulang lagi di Kota Cirebon. Karena itu, koordinasi yang erat dan terpadu oleh Pemda Kota Cirebon, aparat keamanan, baik itu polisi maupun TNI termasuk masyarakat sangat dibutuhkan.

“Masyarakat juga harus terlibat langsung untuk pengamanan di daerah masing-masing,” ungkap Azis.

Kepada forum RW, Azis juga meminta untuk melakukan pengawasan melekat di lingkungannya masing-masing. Jika penanganan keamanan dilakukan bersama-sama, Azis yakin keamanan bisa terjaga dengan baik. Mengenai keberadaan CCTV, Azis juga menyatakan jika catatan tersebut sudah ada disakunya.

“Itu yang jadi catatan saya. Saya akan langsung rapat nanti,” tegas Azis.

Kota Cirebon sendiri sudah memiliki Peraturan Walikota No 33 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemasangan CCTV pada instansi pemerintah, swasta dan masyarakat di wilayah Kota Cirebon. Dengan maksud, penyediaan CCTV juga tidak hanya dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon, namun juga dengan pihak swasta. Karena itu, Azis meminta kepada pihak swasta untuk bisa mengintegrasikan CCTV yang mereka miliki dengan Pemda Kota Cirebon.

Selain itu kepada Dinas Kesehatan, Azis juga meminta untuk bisa melakukan pengawasan terhadap obat-obatan yang penggunaannya bisa disalahgunakan. Termasuk pengawasan terhadap peredaran mihol di Kota Cirebon.

“Kita (Pemkot Cirebon) sudah punya perda mihol (minuman beralkohol). Perda ini yang harus ditegakkan,” ungkap Azis.

Pada kesempatan itu, Azis juga menekankan jika Kota Cirebon aman untuk dikunjungi wisatawan. “Kita akan berupaya keras, bersama-sama menjaga keamanan di Kota Cirebon,” tegas Azis. (Moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here