Kota Cirebon – PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon/IPC Cirebon telah melakukan upaya penanggulangan debu batubara secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada lingkungan dan masyarakat.

IPC Cirebon telah berkomitmen untuk selalu memperhatikan kepentingan sosial atas aktivitas operasionalnya selama ini. Terlebih lagi memasuki musim kemarau yang disertai dengan angin kencang di pertengahan tahun 2019 ini. Sebagai upaya meminimalisasi debu yang timbul dari aktivitas operasional kepelabuhanan, IPC Cirebon bersama dengan otoritas pelabuhan Cirebon (KSOP) telah menyusun Standard Operation Procedure (SOP) dari kegiatan operasional khususnya bongkar/muat batubara di Pelabuhan Cirebon.

“Minimalisasi debu tersebut dimulai sejak kapal sandar di Pelabuhan Cirebon hingga truk pengangkut muatan keluar dari area Pelabuhan Cirebon”. Ungkap General Manager PT Pelindo II Cabang Cirebon/IPC Udin Mahmudin via sambungan telepon kepada koran1.id, Kamis (8/8/19).

Adapun hal yang dilakukan oleh IPC Cirebon di antaranya adalah :
A. Mewajibkan water sprayer terpasang pada setiap excavator yang bekerja;
Memasang alat water sprayer pada sisi tongkang yang berfungsi untuk meminimalisir potensi debu beterbangan;
Inspeksi pada instalasi Rampdoor dan Tarpaulin;
B. Memasang alkon dan sprayer air di dermaga;
Mendata angkutan batubara yang masuk ke area Lini I dan Lini II dengan formulir khusus yang diawasi ketat oleh petugas keamanan di Lini I dan II Pelabuhan Cirebon;
C. Inspeksi kelengkapan angkutan batubara (wajib memiliki terpal untuk menutup muatan batubara pada bucket Dump Truck, wajib membersihkan ceceran batubara di badan Dump Truck dan lantai dermaga dengan sapu lidi, pengemudi menggunakan APD lengkap dan tidak merokok);
D. Melakukan penyiraman pada angkutan bermuatan batubara yang keluar dari Pelabuhan Cirebon dan memastikan terpal sudah terpasang dengan benar untuk menghindari muatan batubara tercecer di jalanan;
E. Memasang, merawat dan memonitoring fungsi Jaring Penahan Debu yang terpasang di sepanjang Jl. Maluku dan Jl, Kalimantan (berbatasan langsung dengan Jl. Sisingamangaraja) dan Jl. Madura (Berbatasan langsung dengan pemukiman warga RW 01 Pesisir);
F. Memastikan material batubara yang dibawa truk tidak melebihi dinding bak truk serta menutup muatan dengan menggunakan terpal sehingga batubara tidak tercecer saat truk beroperasi;
Memasang portal pada pintu keluar/Gate Pelabuhan Cirebon, sehingga truk yang muatannya melebihi kapasitas bak truk, tidak dapat keluar dari area Pelabuhan Cirebon;
G. Mengoptimalkan penyiraman dengan mengerahkan unit mobil pemadam kebakaran milik IPC Cirebon;
Menghentikan kegiatan bongkar muat yang tidak mengikuti prosedur;
H. Melakukan penelitian terhadap baku mutu udara dan air di lingkungan pelabuhan sebagai upaya pengendalian dampak debu akibat aktivitas operasional di Pelabuhan Cirebon.

Udin juga menambahkan, di samping melakukan upaya dalam meminimalisir dampak debu, IPC Cirebon juga secara kontinyu menunjukkan peran serta aktifnya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Melalui program CSR, IPC Cirebon telah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan terus-menerus sebagai bentuk kontribusi perusahaan kepada lingkungan.

Pada tahun 2018 dana sebesar Rp. 445.105.256,- telah disalurkan IPC Cirebon melalui program-program CSR sebagai berikut : Pengobatan Gratis, Renovasi Rumah Ibadah, Dana Rutilahu, Bantuan Hewan Qurban, Sembako Gratis, Field Trip Pelajar SD di sekitar Pelabuhan, Kegiatan memeriahkan HUT RI dan Festival Nadran.
Adapun sepanjang semester I tahun 2019, telah tersalurkan bantuan CSR sebesar Rp. 573.606.574,- Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk Bantuan Sarana Pendidikan, Pasar Pangan Murah, Bantuan Perlengkapan Masjid, Bantuan ke Yayasan Sosial di Kelurahan Panjunan, Santunan Anak Yatim, Program IPC Berbagi Takjil dan Penyerahan Sembako Gratis.
IPC Cirebon berkomitmen akan terus melaksanakan program CSR ini melalui program yang variatif dan menyentuh langsung kepada kebutuhan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Selain minimalisir debu, IPC juga Selalu menggulirkan dan CSR kepada Masyarakat” ujarnya

IPC Cirebon juga memiliki perhatian yang tinggi terhadap penyediaan lapangan pekerjaan. IPC Cirebon telah melakukan rekruitmen khusus bagi warga sekitar Pelabuhan Cirebon. Saat ini, IPC Cirebon telah mempekerjakan 26 orang warga Kelurahan Panjunan sebagai tenaga keamanan, 1 orang tenaga back office dan 18 orang warga Kelurahan Panjunan sebagai Cleaning Service. Selain itu juga banyak perusahaan yang berada di lingkungan Pelabuhan yang mempekerjakan warga sekitar. Hal ini merupakan bukti bahwa Pelabuhan Cirebon mengusung sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian IPC Cirebon kepada lingkungan, ke depannya, IPC Cirebon akan menyediakan alat pengukur kualitas udara digital yang akan ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat sehingga dapat dipantau secara transparan.

Di samping itu, di tahun 2019 ini juga akan dilakukan investasi berupa 1 (satu) unit mobil penyapu jalan yang berfungsi untuk menyapu debu-debu yang ada di jalan.

Berbanding lurus dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, IPC Cirebon berharap adanya sinergi positif dari masyarakat agar bersama-sama memberikan yang terbaik untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional, khususnya perkembangan dan kemajuan perekonomian Kota Cirebon. (Moes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here